Potensi Alam

POTENSI ALAM KABUPATEN LAMPUNG UTARA

  • Potensi Sektor Pertanian

Sektor Pertanian terutama Tanaman pangan dan hortikultura merupakan salah satu pilar utama dalam rangka mendukung keberhasilan pembangunan di Kabupaten Lampung Utara dan memberikan kontribusi cukup signifikan terhadap PDRB Kabupaten Lampung Utara. Hasil Realiasasi beberapa komoditi tanaman pangan dan hotikultura dapat dilihat pada tabel berikut.

Realisasi Komoditi Tanaman Pangan dan Hortikultura  di Kabupaten Lampung Utara Tahun 2014-2016

No KOMODITI Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2016
Luas Tanam

(Ha)

Luas Panen

(Ha)

Luas Tanam

(Ha)

Luas Panen

(Ha)

Luas Tanam

(Ha)

 

Luas Panen

(Ha)

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1 Padi Sawah 33.999 33.612 37.297 37.003 39.000 38.856
2 Padi Gogo 5.759 5.759 6.871 6.868 11.937 11.921
3 Jagung 25.083 24.813 19.766 19.484 21.637 21.404
4 Kedelai 1.569 1.490 504 477 287 287
5 Kacang tanah 1.199 1.199 667 667 387 395
6 Kacang hijau 460 445 246 240 194 213
7 Ubi kayu 71.195 75.109 51.315 51.645 46.924 48.129
8 Ubi jalar 954 927 395 417 263 265
9 Kacang Panjang 295 325 182 228 218 188
10 Cabai Besar 232 277 135 221 298 180
11 Cabai Rawit 108 120 106 124 92 79
12 Kangkung 241 259 183 173 233 231
13 Bayam 293 319 209 189 230 237

Sumber : Dinas Pertanian dan Perternakan Kabupaten Lampung Utara

Produksi komoditi bidang pertanian terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, dengan didorong oleh upaya-upaya intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian yang diprakarsai oleh Dinas Pertanian KabupatenLampung Utara. Adapun realisasi produksi komoditi pertanian disajikan pada tabel berikut ini :

Realisasi Pengembangan Komoditi Unggulan di  Bidang Pertanian Tahun 2014 – 2016

No KOMODITI Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2016
Produksi (Ton) Produktivitas (Ton/Ha) Produksi (Ton) Produktivitas (Ton/Ha) Produksi (Ton) Produktivitas (Ton/Ha)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1 Padi Sawah 189.897 5,38 206.868 55,91 226.214 58,2
2 Padi Gogo 31.470 4,30 22.941 33,4 40.599 34
3 Jagung 140.367 5,36 97.628 50,1 104.944 49
4 Kedelai 1.736 4,60 539 11,3 324 11,3
5 Kacang tanah 1.746 5,10 1.011 15,1 481 12,1
6 Kacang hijau 469 4,50 246 10,2 207 9,7
7 Ubi kayu 2.231.466 32,80 1.502.751 290,9 1.360.470 282,6
8 Ubi jalar 9.021 4,70 4.063 97,4 2.584 97,5
9 Kacang Panjang 10.942 33,66 21.351 93,6 6.010 32
10 Cabai Besar 11.418 4.122 13.422 60,7 3.110 17,3
11 Cabai Rawit 1.305 1.087 7.560 61 1.970 25
12 Kangkung 28.723 11.089 11.982 69 7.400 32
13 Bayam 15.009 4.705 7.773 41 5.453 23

Sumber : Dinas Pertanian dan Perternakan Kab. LU

Potensi sektor Pertanian di Kabupaten Lampung Utara di dukung oleh beberapa faktor sebagai berikut :

  1. Ketersediaan areal baik persawahan dan lahan kering yang belum dioptimalisasi oleh       petani;
  2. Adanya waduk dan saluran Irigasi baik irigasi teknis dan non teknis dengan sumber air berlimpah;
  3. Adanya Kepedulian dan perhatian Pemerintah daerah dalam upaya perbaikan saluran irigasi yang rusak di Kabaputen Lampung Utara, dan perhatian yang tinggi dari Bupati Lampung Utara dalam pengembangan bidang pertanian;
  4. Tersedia Sarana dan prasana (obat-obatan, pupuk, pestisida) Pertanian sehingga memudahkan petani dalam mengembangkan budidaya pertanian;
  5. Tersedianya infrastruktur yang baik dalam proses distribusi baik pupuk, maupun pemasaran hasil pertanian.

  • Potensi Sektor Peternakan

Perkembangan bidang Peternakan di Lampung Utara memiliki arti penting dalam hal pemenuhan kebutuhan daging, susu dan telur bagi masyakat di kabupaten Lampung Utara. Adanya peluang pengembangan sektor peternakan tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan Kesejahteraan masyarakat Lampung Utara serta dalam rangka peningkatan pemenuhan gizi bagi seluruh lapisan masyarakat.  Secara rinci perkembangan jumlah popolasi dan  produksi sektor ternak  di Kabupaten Lampung Utara tahun 2012 – 2016 disajikan pada tatabel berikut.

Perkembangan Jumlah Populasi (ekor) dan Produksi Komoditi Peternakan di Lampung Utara Tahun 2012 – 2016

No. Jenis Ternak T a h u n
2012 2013 2014 2015 2016
1. Sapi (ekor) 34.870 25.205 25.764 28.017 28.437
2. Kerbau (ekor) 1.957 1.433 1.405 1.417 1.438
3. Kambing (ekor) 58.459 59.920 60.100 61.877 62.805
4. Domba (ekor) 4.304 4.412 4.947 5.084 5.160
5. Ayam buras (ekor) 403.329 413.412 442.864 453.721 460.527
6. Itik 18.184 18.639 9.145 9.364 9.505
7. Babi 966 990 912 941 955
8. Kelinci 1.646 1687 1.948 2.006 2.036
9. Ayam Ras Petelur 108.050 110.751 112.404 115.159 118.038
10. Ayam Ras Pedaging 1.226.222 1.309.235 1.254.236 1.284.977 1.304.252
11. Entok 20.545 21.058 18.875 19.332 19.622
12. Puyuh 6.014 6.164 9.632 9.917 10.066
13. Merpati 3.125 3.203 3.285 3.303 3.353
14. Angsa 1.500 1.537 1.160 1.114 1.143
Produksi
1. Daging (kg) 1.262.078 1.127.111 2.260.805 926.405 557.247
2. Telur (butir) 926.294 949.451 1.172.073 44.752 45.871
3. Susu (liter)

Sumber : Dinas Pertanian dan , Peternakan Kab.LU c.q Bidang Peternakan Th. 2016

Beberapa kondisi yang menjadi faktor pendukung potensi peternakan :

  1. Ketersedian areal yang belum tergarap secara maksimal serta memiliki potensi pengembangan peternakan di Kabupaten Lampung Utara;
  2. Ketersediaan Sumber Pakan yang melimpah dari limbah Pabrik yang belum dimanafaatkan oleh peternak antara lain limbah Sawit, Bungkil Kelapa, Dedak Padi, batang tebu, tetes, dan bungkil jagung;
  3. Jumlah permintaan kebutuhan hasil ternak baik daging dan telur serta susu yang selalu meningkat setiap tahunnya;
  4. Kepedulian dan perhatian Pemerintah daerah dalam upaya pengembangan Peternakan di kabupaten Lampung Utara;
  5. Ketersediaan sumber daya manusia dan infrastruktur yang baik sehingga memudahkan dalam distribusi baik bibit, Pakan serta pemasaran hasil peternakan.

Peluang Investasi Sektor Peternakan

Beberapa peluang usaha dalam bidang peternakan dapat diidentifikasi dengan beberapa bentuk kegiatan sebagai berikut :

  1. Membangun sentra Peternakan baru di Kabupaten Lampung Utara baik pembibitan dan pengembungan dan sapi Potong;
  2. Membangun kemitraan peternakan ayam petelur dan ayam pedaging dalam rangka memenuhi kebutuhan daging dan telur yang terus meningkat;
  3. Membangun Pabrik pengolahan pakan ternak dengan memanfaatan ketersediaan sumber pakan yang melimpah;
  4. Melakukan Penyediaan peralatan termasuk pakan dan obat-obatan pada sektor budidaya peternakan.

  • Potensi Bidang Kehutanan

Sektor Kehutanan di Lampung Utara memiliki potensi yang cukup baik, upaya pemanfaatan potensi hasil hutan tersebut dilakukan dengan melakukan pembinaan dan kegiatan kemitraan antara pemerintah dan masyarakat disekitar kawasan, hal ini bertujuan agar tidak merusak kawasan-kawasan hutan yang ada serta diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan pemanfaatan hasil hutan tersebut. Adapun kondisi umum kawasan hutan negara di wilayah Kabupaten Lampung Utara dapat dilihat dari data sebagai berikut :

Kawasan Hutan Negara di Kabupaten Lampung Utara

No

Register

Fungsi

Luas (Ha)

Lokasi

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

1 34 Tangkit Tebak Hutan lindung 28.000 Kec. Bukit Kemuning, Kec. Abung Tinggi,

Kec. Tanjung Raja,

Kec. Abung Pekurun

2 24 Bukit Punggur Hutan lindung 1.500 Kec. Bukit Kemuning
3 46 Way Hanakau Hutan Produksi 10.055 Kec. Bunga Mayang, Kec. Sungkai Utara
  Total 39.555

Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lampung Utara

Kawasan Hutan Lindung Berdasarkan Tutupan Lahan

No Kategori Lahan Luas (Ha)
1 Hutan Primer 8.000,04
2 Hutan Sekunder 1.608,45
3 Belukar 4.224,65
4 Kawasan Hutan Yang di Kelola Masyarakat (Dalam Proses Izin HKm) 9.791,86
5 Hutan Kemasyarakatan (6 Gapoktan) 5.875

 Lahan Kritis Berdasarkan Fungsi Lahan

 

No

 

Fungsi Lahan

Luas
Sangat Kritis Kritis Agak Kritis
1 Hutan Lindung 1.887,20 5.333,36 18,120,68
2 Hutan Produksi 2.927,26 2.641,52
3 Luar Kawasan Hutan/ APL 682,53 3.151,12 11.549,72

           Penjelasan secara rinci tentang potensi dan pemanfaatan kawasan hutan di Kabupaten Lampung Utara dapat dikelompokkan dalam beberapa bidang berdasarkan objek potensi dan pemanfaatannya  sebagai berikut :

Hutan Kemasyarakatan

Hutan Kemasyarakatan (HKm) adalah salah satu sistem yang dikembangkan oleh pemerintah dalam pembangunan hutan yang mengedepankan keterlibatan masyarakat sekitar hutan sebagai pelaku utamanya.  Sampai dengan tahun 2016 terdapat 6 (enam) Gapoktan HKm yang telah mendapatkan izin Penetapan Areal Kerja (PAK) dari Menteri Kehutanan Republik Indonesia dan Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan (IUPHKm) dari Bupati Lampung Utara.  Tutupan lahan di areal kerja HKm ke-6 Gapoktan tersebut sudah relatif rapat oleh tanaman serba guna dengan tiga variasi strata tajuk, atas, tengah dan bawah. Masih ada beberapa kelompok tani dalam pembinaan menuju proses pengajuan izin.

Gapoktan HKm yang telah mendapat IUPHKm

No Nama Gapoktan Luas (Ha) No Izin Bupati
(1) (2) (3) (4)
1 Karya Maju, Tanjung Raja 1.200 157.A Th 2007
2 Tunas Hijau, Tanjung Raja 1.200 268  Th  2009
3 Wana Hijau, Tanjung Raja 500 267  Th  2009
4 Sepakat Mandiri, Abung Tinggi 500 266  Th  2009
5 Sidotabalestari, Bukit Kemuning 1.950 269 Th  2009
6 Sindang Makmur, Tanjung Raja 545 B/150/19-LU/HK/2014

Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lampung Utara

Pembuatan Tanaman Reboisasi

Kemampuan pembuatan tanaman reboisasi dengan menggunakan anggaran pemerintah daerah sangat terbatas. Untuk itu pemerinatah daerah berupaya mendapatkan pembiayaan dari pemerintah pusat melalui skema Dana Alokasi Khusus bidang Kehutanan.  Berikut disajikan data pembuatan tanaman reboisasi bersumber dari DAK bidang Kehutanan dari tahun 2010 sampai dengan 2015 (Tahun 2016 tidak ada kegiatan pembuatan tanaman):

Luas Tanaman Reboisasi Pembiayaan DAK Bidang Kehutanan

Tahun 2010 2011 2012 2013 2014 2015
Luas Reboisasi (Hektar) 75 88 125 150 100 100

Pada Tahun 2016 tidak ada pembuatan tanaman reboisasi hal ini dikarenakan berlakunya Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dimana urusan kehutanan sudah bukan menjadi kewenangan kabupaten. Tahun 2016 kegiatan rehabillitasi hutan dan lahan adalah pemeliharaan tanaman Tahun I (tanaman Tahun 2015) dan pemeliharaan tanaman Tahun ke II (tanaman Tahun 2014).

Pembinaan Industri Primer Hasil Hutan Kayu Rakyat

Terdapat 23 industri primer hasil hutan kayu rakyat yang masih operasi di Kabupaten Lampung Utara, paling banyak diantara kabupaten/kota yang ada di Propinsi Lampung. Bahan baku industri ini adalah kayu yang berasal dari tanaman atau tanah rakyat. Industri ini mengubah bentuk dari log menjadi berbagai jenis kayu olahan antara lain: kayu gergajian (balok dan papan berbagai ukuran), moulding dan kayu lapis.  Berikut disajikan produksi kayu olahan hasil hutan rakyat dari tahun 2011 sampai dengan 2016.

Produksi kayu olahan hasil hutan rakyat  2011 – 2016

Jenis Kayu Olahan Produksi per Tahun (M3)
2011 2012 2013 2014 2015 2016
Kayu Gergajian 82.710 92.983 92.149 59.057 21.982 47.121
Moulding 2.900 3.830 4.384 3.673 3.590 3.464
Kayu Lapis 1.205 686 3.293 1.882 800 1.715
Veneer 2.461 1.163

Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lampung Utara

Produksi Hutan Rakyat

Kayu menjadi salah satu komoditi primadona bagi rakyat. Ada yang ditanam monokultur dalam satu hamparan kebun, ada yang dicampur dengan komoditi perkebunan, ada juga yang ditanam sebagai tanaman pagar.  Jenis yang banyak ditanam adalah sengon (Paraserianthes falcataria), afrika (Meisopsis eminii), jati (Tectona grandis), durian (Durio zibetinus), mahoni (Sweitenia mahagoni), akasia daun lebar (Acacia mangium), pulai (Alstonia scholaris), sungkai (Peronema canescens), sonokeling (Dalbergia latifolia), tembesu (Fagraera fagrans) dan jenis lain yang dikelompokkan ke dalam rimba campuran. Berikut disajikan produksi kayu rakyat dari tahun 2011 s.d 2016.

Produksi kayu bulat rakyat Tahun 2011 – 2016

Jenis Kayu Produksi per Tahun (M3)
2011 2012 2013 2014 2015 2016
Durian 800 8.090 7.617 6.742 3.919 3.443
Gmelina 2 17 8 3,1
Karet 250 2.632 31 6.680 16.705
Jati 1.600 8.759 8.940 7.799 2.282 899

Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lampung Utara

Peluang Investasi dan Upaya Peningkatan Pada Sektor Kehutanan

Salah satu bukti bahwa sektor kehutanan sudah mewarnai perekonomian masyarakat di Kabupaten Lampung Utara adalah berkembangnya industri primer pengolahan kayu rakyat dalam 10 tahun terakhir, jumlahnya sekitar 26 (dua puluh enam) industry primer hasil hutan rakyat. Perusahaan-perusahaan ini eksis karena bahan baku kayu dari hutan rakyat selalu tersedia. Jenis kayu yang ditanam oleh masyarakat yang paling dominan adalah sengon (Paraserianthes falcataria), Jati (Tectona grandis) dan afrika (Meisopsis eminii). Kecamatan yang mempunyai potensi hutan rakyat cukup besar antara lain: Kecamatan Bukit Kemuning, Kecamatan Abung Tinggi, Kecamatan Abung Barat, Kecamatan Tanjung Raja, Kecamatan Abung Tengah, Kecamatan Sungkai Barat, Kecamatan Abung Pekurun, dan Kecamatan Abung Kunang.

Upaya yang dilakukan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lampung Utara dalam pengembangan industri primer pengolahan kayu rakyat melalui pembinaan, pengawasan dan pengendalian serta peningkatan pelayanan dan fasilitasi sedangkan untuk perlindungan hutan dilakukan dengan upaya preemtif, preventif dan represif.

Upaya pengembangan hutan rakyat yang dilakukan antara lain: melalui kegiatan Kebun Bibit Rakyat (KBR) dan bantuan bibit kayu-kayuan. Untuk menggugah animo masyarakat gemar menanam kayu dilaksanakan acara puncak aksi Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI)/ One Billion Indonesian Trees (OBIT) setiap tahun pada Bulan November.

Upaya perlindungan hutan dilakukan dengan upaya preemtif, preventif dan represif. Preemtif ditujukan untuk mencegah, menghilangkan, mengurangi, menutup niat seseorang atau kelompok untuk melakukan tindak pidana kehutanan, dilakukan dengan cara antara lain: penyuluhan, pembinaan dan pendampingan masyarakat.  Preventif ditujukan untuk mencegah, menghilangkan, mengurangi, menutup niat seseorang atau kelompok untuk melakukan tindak pidana kehutanan, dilakukan dengan cara antara lain: penjagaan, identifikasi kerawanan, gangguan dan ancaman, patroli hutan. Represif merupakan kegiatan penegakan hukum yang bersifat non yustisia untuk mengurangi, menekan atau menghentikan tindak pidana kehutanan yang dilakukan oeh seseorang atau kelompok, dilakukan dengan cara antara lain: operasi penegakan hukum, pengumpulan bahan keterangan, pengamanan barang bukti, penangkapan tersangka, penanggulangan konflik satwa liar, pemadaman kebakaran hutan, pengawalan tersangka, saksi dan barang bukti.


  • Potensi Bidang Perkebunan

Sektor Perkebunan di Lampung Utara saat ini lebih ditingkatkan produktivitasnya hal ini disebabkan karena kondisi areal pengembangan perkebunan yang semakin semakin terbatas. Selain itu kegiatan mendorong para petani dan pekebun agar memiliki manajemen pengelolaan dan perawatan tanaman yang lebih baik, pola pendampingan dan kemitraan, uji coba penerapan teknologi serta melakukan pengolahan hasil perkebunan dengan harapan mampu menuju Peningkatan Ketahanan Pangan disektor Perkebunan di Lampung utara. Beberapa potensi unggulan perkebunan di antara lain dijelaskan sebagai berikut dibawah ini.

Berdasarkan luasan kebun rakyat ada 4 (empat) komoditi perkebunan di Kabupaten Lampung Utara yang mendominasi, yaitu: karet, lada, kopi, dan tebu. Kebun karet luas ditanam di Kecamatan Abung Selatan, Kecamatan Abung Timur, dan Kecamatan Sungkai Barat. Kebun Lada luas ditanam di Kecamatan Abung Tinggi, Kecamatan Tanjung Raja, Kecamatan Abung Barat, Kecamatan Abung Tengah, Kecamatan Abung Kunang, Kecamatan Abung Pekurun, Kecamatan Sungkai Barat, Kecamatan Sungkai Tengah dan Kecamatan Kotabumi Selatan.

Kebun kopi luas ditanam di Kecamatan Tanjung Raja, Kecamatan Bukit Kemuning, Kecamatan Abung Tinggi, Kecamatan Sungkai Barat, dan Kecamatan Abung Tengah. Kebun tebu luas ditanam di Kecamatan Bunga Mayang, Kecamatan Muara Sungkai, dan Kecamatan Sungkai Utara. Perkembangan Luas dan Produksi Tanaman Perkebunan di Kabupaten Lampung Utara Tahun 2010 – 2015 disajikan pada berikut.

Luas dan Produksi Tanaman Perkebunan Menurut Jenis Tanaman di Kabupaten Lampung Utara 2010 – 2016

NO

JENIS TANAMAN

TAHUN

2011

2012

2013

2014

2015

2016

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1. LUAS (Ha)
Karet 16.992,8 18.044,3 19.142 35.573 34.761 36.161
Kelapa sawit 7.750 8.122,8 8.035 8.941 8.057 8.080
Lada 19.177,5 18.473,5 18.090 11.979 10.725 11.714
Tebu 5.427 5.210,8 4.440 3.112 5.431 2.838
Kopi 17.392 17,149 17.076 26.276 23.510 25.682
Kakao 3.820 3,535 3.388 762 1.537 847
Tembakau 35 36 117 54 81 54
Cengkeh 426 495,5 287 223 218 216
2. PRODUKSI (TON)
Karet 9.657,4 9.959,1 9.871 15.560 17.244 18.276
Kelapa sawit 5.633,4 6.027,1 4.629 4.500 4.555 4.562
Lada 6.490,7 6.343,5 6.042 4.260 3.689 1.002
Tebu 23.328 24.902,2 33.724 23.638 33.446 12.996
Kopi 8.636,1 8.781,8 8.604 11.676 10.367 9.014
Kakao 1.040,7 956,2 756 286 629 275
Tembakau 23 23,8 45 21 27 32
Cengkeh 27,8 27,8 28 24 12 17

Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lampung Utara

Peluang Investasi dan Upaya Peningkatan Sektor Perkebunan

Berdasarkan luasan kebun rakyat ada 4 (empat) komoditi perkebunan di Kabupaten Lampung Utara yang mendominasi, yaitu: karet, lada, kopi, dan tebu. Tanaman karet banyak terdapat di Kecamatan Abung Selatan, Abung Semuli, Kecamatan Abung Timur, dan Kecamatan Sungkai Barat. Tanaman lada luas banyak terdapat di Kecamatan Abung Tinggi, Kecamatan Tanjung Raja, Kecamatan Abung Barat, Kecamatan Abung Tengah, Kecamatan Abung Kunang, Kecamatan Abung Pekurun, Kecamatan Sungkai Barat, Kecamatan Sungkai Tengah dan Kecamatan Kotabumi Selatan.  Tanaman kopi terdapat di Kecamatan Tanjung Raja, Kecamatan Bukit Kemuning, Kecamatan Abung Tinggi, Kecamatan Sungkai Barat, dan Kecamatan Abung Tengah. Tanaman tebu banyak terdapat di Kecamatan Bunga Mayang, Kecamatan Muara Sungkai, dan Kecamatan Sungkai Utara.

Upaya yang dilakukan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lampung Utara dalam pengembangan komoditi perkebunan antara lain adalah penyediaan bibit unggul, peningkatan pengetahuan petani terkait dengan budidaya, teknologi panen dan pasca panen, konservasi lahan, serta peningkatan sarana dan prasarana produksi dan produktivitas perkebunan yaitu: pembangunan jalan produksi, jalan usaha tani, irigasi tanah dangkal, irigasi tanah dalam, embung dan sarana pembuatan pupuk kompos.


  • Potensi Sektor Perikanan

Perikanan merupakan komoditi yang sangat berpeluang dan berpotensi untuk dikembangkan di Lampung Utara, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara senantiasa mengajak masyarakat untuk mengembangkan dan memamfaatkan Potensi Sumberdaya masyarakat tersebut, terutama perikanan air tawar. Peluang dan potensi tersebut diharpakan dapat menambah pendapatan masyarakat dan meningkatkan konsumsi ikan air tawar di masyarakat agar menjadi masyarakat yang sehat, kuat cerdas dan sejahtera.

Potensi Bidang Perikanan

Potensi  Perikanan  di Kabupaten Lampung Utara sangat luas, yang dapat dikembangkan menjadi lahan budidaya perikanan maupun perikanan tangkap sebanyak 8.944,63 Ha, sedangkan yang telah dimanfaatkan sebesar 2.792,48 Ha. Peluang usaha sebesar 6.152,15 Ha, lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Potensi Perikanan Kabupaten Lampung Utara tahun 2016

NO LAHAN BUDIDAYA POTENSI LAHAN (Ha) PEMANFAAATAN (Ha) PELUANG

(Ha)

1. Kolam Tanah 4.253,50 2.560,00 1.693,50
2. Waduk/KJA 3.230,00 155,56 3.074,44
3. Sungai 272,25 12,27 259,98
4. Mina Padi 1.185,25 63,25 1.122,00
5. Kolam Air Deras 3,63 1,4 2,23
  JUMLAH 8.944,63 2.792,48 6.152,15

Sumber : Dinas Perikanan Kabupaten Lampung Utara

Peluang Investasi / Upaya Peningkatan Sektor Perikanan

Dari potensi yang ada dapat menjadi peluang investasi di sektor perikanan sebanyak  6.152,15 Ha  salah satunya adalah menyakinkan para investor untuk dapat berusaha di sektor perikananan bagi daerah Kabupaten Lampung Utara, dengan memberikan kemudahan, akses infrastruktur dan jaminan keamanan baik investor lokal maupun domestik sehingga dapat mempercepat tehnologi budidaya mupun peningkatan produksi. Adapun bentuk bidang usaha yang memilki potensi positif dapat dikelompokkan sebagai berikut :

  1. Membuka tempat pembenihan ikan
  2. Mengembangkan budidaya ikan air tawar
  3. Membuat tambak kolam air deras
  4. Membuat keramba dan jaring apung
  5. Penyediaan peralatan termasuk pakan dan obat-obatan pada sektor budidaya perikanan

  • Potensi Sektor Industri, Koperasi, UMKM dan Perdagangan

Potensi sektor industri, koperasi, UMKM  dan perdagangan di Kabupaten Lampung Utara di dukung oleh beberapa faktor, yaitu sebagai berikut :

  1. Ketersedian sumberdaya alam;
  2. Ketersediaan lahan untuk pengembangan industri;
  3. Ketersedian bahan baku industri dan hasil pertanian, perkebunan perikanan dan peternakan;
  4. Ketersedian sumberdaya manusia sebagai tenaga kerja;
  5. Di bidang Industri terdapat potensi industri sejumlah 17 perusahaan industri besar dan 815 industri kecil yang tersebar pada 23 Kecamatan di Kabupaten Lampung Utara, dengan adanya dukungan pemerintah daerah dalam bentuk pengembangan Kegiatan Pembinaan Industri Kecil dan Menengah dalam memperkuat jaringan kluster industri;
  6. Dibidang koperasi mempunyai potensi adanya 337 koperasi yang tersebar di 23 kecamatan di Kabupaten Lampung Utara, dengan adanya program pengembangan berupa kegiatan pelatihan manajemen pengelolaan koperasi, kegiatan pemantauan penggunaan dana pemerintah daerah terhadap koperasi, kegiatan pembinaan dan pengawasan serta penghargaan koperasi berprestasi;
  7. Potensi di bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kabupaten Lampung Utara terdapat 55.585 Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM);
  8. Sektor Perdagangan di Kabupaten Lampung Utara mengalami pertumbuhan yang cukup pesat dengan didukung potensi antara lain 49 pasar (tradisional dan modern), 1 pasar super market, serta didukung 133 gudang.
  9. Berdasarkan Jenis dan tingkat keaktifan koperasi di Kabupaten Lampung Utara pada tahun 2016, Jumlah Koperasi yang aktif mencapai sekitar 36.78 persen, koperasi yang kurang aktif  sebesar 21,58 persen dan yang tidak Aktif mencapi 41,64 persen.

Peluang Investasi/Upaya Peningkatan Sektor Industri, Koperasi, UMKM dan Perdagangan

  1. Pengembangan dan pemasaran industri baik sektor pertanian, perkebunan, peternakan, industri rumah tangga (home Industry);
  2. Pengembangan dan pemasaran industri kerajinan kain tapis dan sulam usus;
  3. Pengembangan dan Pemanfaatan pasar-pasar tradisional sebagai tempat tranksaksi perekonomian didaerah;