Coffee morning bersama Gubernur Lampung Arinal Djunaidi serta jajaran pimpinan PT. Pelindo II, Bea Cukai, dan pelaku usaha, di Container Freight Station (CFS) IPC

Plt Bupati Lampung Utara Hi.Budi Utomo acara coffee morning bersama Gubernur Lampung Arinal Djunaidi serta jajaran pimpinan PT. Pelindo II, Bea Cukai, dan pelaku usaha, di Container Freight Station (CFS) IPC, Pelabuhan Panjang, Kota Bandar Lampung, Senin (9/3/2020).

Gubernur Lampung Arinal mengatakan “Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, Gubernur Arinal, menyambut baik diselenggarakannya acara coffee morning ini sebagai wahana untuk sinergitas Pemerintah Daerah, PT. Pelindo II, Bea Cukai, dan pelaku usaha guna meningkatkan ekspor dan mengendalikan impor di Provinsi Lampung,”

“Lampung memiliki sumber daya alam (SDA) yang sangat bagus dan potensial. Dan sekarang Lampung sudah didukung transportasi sebagai penghubung ekonomi dalam kepentingan terkait dengan ekspor. Diharapkan ini suatu kejayaan untuk menuju Lampung Berjaya di masa mendatang,” lanjut Gubernur Arinal.

Menurut Gubernur Arinal komoditas sektor pertanian Lampung selalu masuk 10 besar Nasional. “Kita penghasil singkong nomor satu dunia, dan komoditi lainnya. Tapi kenapa kita masih melakukan impor?” ujar Gubernur.

Penduduk Lampung saat ini 9,7 juta jiwa. Sebagian besar petani. “Kalau disuruh milih antara rakyat dan pengusaha, pasti saya pilih rakyat. Kita lebih baik ekspor dari pada mengambil keuntungan di tengah kesulitan rakyat,” Gubernur Arinal melanjutkan.

“Untuk mendukung target tersebut, para stakeholder di Provinsi Lampung, dalam hal ini pemerintah daerah, instansi terkait, eksportir, dan importir perlu adanya penetapan target dan arah kebijakan secara nasional dan daerah,” kata Gubernur.

Saat ini potensi sektor pertanian Lampung sudah seharusnya dimaksimalkan hasilnya. Apalagi kendala-kendala sarana pertanian sudah mulai teratasi. Kekeringan air yang sering terjadi sekarang sudah banyak cara mengatasinya. Mulai dari pembangunan irigasi primer sampai dengan penyediaan sumur-sumur dengan pompa submersible bagi lahan pertanian yang tak teraliri irigasi.

Keberadaan pompa-pompa air juga sudah didukung dengan pompa air tenaga surya. Sehingga tidak memerlukan jaringan listrik dari PLN yang biasanya tidak sampai di lahan-lahan pertanian masyarakat.

Semoga kedepan sektor pertanian Propinsi Lampung menjadi nomor satu di Indonesia.